82 Unit Rumah Di Komplek Kasepuhan Cipta Mulya Sukabumi Ludes Terbakar, Diduga Berawal Dari Korsleting Listrik
Sukabumi, RBN.co.id – Musibah kebakaran hebat diduga melanda kawasan Komplek Kasepuhan Cipta Mulya, Desa Sinar Resmi, Kecamatan Cisolok, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, pada Sabtu (25/7/2026) sekira pukul 13.20 WIB. Sedikitnya 82 bangunan rumah dilaporkan hangus dilalap si jago merah.
Berdasarkan keterangan saksi, Ustadz Yusuf (56), api diduga berasal dari arus pendek (korsleting) listrik pada salah satu bangunan di bagian depan permukiman. Kobaran api kemudian dengan cepat merambat ke rumah-rumah lain yang berada di belakang hingga menghanguskan sebagian besar kawasan kasepuhan.
"Tadi awalnya diduga dari konsleting listrik PLN. Api berasal dari rumah bagian belakang lalu dengan cepat menjalar menyambar ke rumah-rumah lainnya hingga hampir rata dengan tanah," ujar Ustadz Yusuf.
Sebanyak tiga unit mobil pemadam kebakaran telah diterjunkan ke lokasi untuk melakukan pemadaman dan pendinginan. Petugas dibantu warga sekitar yang berupaya memadamkan api menggunakan peralatan seadanya, Jajang Kurniawan (Ketua PD Aman Banten Kidul). H. Sukantav (Ketua Damanda sekaligus Ketua Sabaki) pun berada dilokasi musibah turut berjibaku dalam upaya penjinakan api.
Menurut Ustadz Yusuf, sa'at kejadian sesepuh Kasepuhan (Tokoh yang di tuakan) Cipta Mulya sedang berada di luar rumah karena menghadiri prosesi keluarga yang meninggal dunia.
"Awalnya Abah (Tokoh Masyarakat adat-red) sedang keluar rumah karena ada saudaranya yang meninggal, sehingga beliau sedang mengurusnya. Lalu kebakaran terjadi. Ada 82 rumah di komplek kasepuhan yang terbakar hampir rata dengan tanah. Dari sekitar 128 kepala keluarga yang tinggal di sana, alhamdulillah tidak ada korban jiwa. Untuk kerugian material diperkirakan mencapai miliaran rupiah," tuturnya.
Tercatat sekitar 128 kepala keluarga (KK) bermukim di kawasan tersebut. Seluruh warga terdampak telah dievakuasi ke lokasi yang lebih aman sebagai langkah antisipasi.
Hingga berita ini diturunkan, petugas masih melakukan proses pendinginan di lokasi untuk memastikan tidak ada titik api yang kembali menyala. Penyebab pasti kebakaran masih menunggu hasil penyelidikan pihak berwenang, sehingga duga'an konsleting listrik masih bersifat keterangan awal dari saksi.
Warga terdampak berharap pemerintah daerah, aparat terkait, serta instansi sosial segerakan menyalurkan bantuan darurat, terutama dengan mendirikan dapur umum, menyediakan kebutuhan logistik, serta bantuan kemanusia'an bagi para korban yang kehilangan tempat tinggal.***
Pewarta : Tim Kontributor Ja-bar/Red