LSM Komando CAR Kritik Pernyata'an Presiden Soal "Londo Ireng", Soroti Ruang Demokrasi Dan Kebebasan Pers
TANGERANG KAB || RBN.CO.ID – Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Komando Corong Aspirasi Rakyat (Komando CAR) menyampaikan keberatan atas pernyata'an Presiden Prabowo Subianto yang menyebut istilah "Londo Ireng" sa'at berpidato dalam peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB).
Dalam keterangan resminya yang diterima media pada Senin (27/7/2026), Komando CAR menilai penyebutan tersebut berpotensi menimbulkan stigma terhadap LSM, jurnalis, dan aktivis yang selama ini menjalankan fungsi pengawasan terhadap kebijakan publik.
Menurut organisasi tersebut, istilah "Londo Ireng" memiliki konteks sejarah yang identik dengan pihak-pihak yang berpihak kepada penjajah. Sementara itu, LSM dan insan pers, menurut Komando CAR, menjalankan peran konstitusional dalam mengawasi penyelenggara'an pemerintahan, menyampaikan aspirasi masyarakat, serta mendorong transparansi dan akuntabilitas.
Komando CAR juga menegaskan bahwa kritik merupakan bagian dari mekanisme demokrasi yang sehat. Organisasi itu berpandangan, kebebasan menyampaikan pendapat dan fungsi kontrol sosial merupakan hak yang dijamin oleh konstitusi.
Dalam pernyata'an sikapnya, Komando CAR menyampaikan tiga poin utama, yakni menolak stigmatisasi terhadap LSM, jurnalis, dan aktivis, mendorong pemerintah menjaga ruang demokrasi dan kebebasan berpendapat, serta menegaskan komitmennya untuk terus menjalankan fungsi pengawasan sosial sesuai ketentuan hukum yang berlaku.
Ketua Umum DPP LSM Komando CAR menyatakan organisasinya tetap menghormati Presiden sebagai kepala negara dan kepala pemerintahan. Namun, menurutnya, penghormatan terhadap institusi kepresidenan tidak menghilangkan hak masyarakat untuk menyampaikan kritik secara konstruktif.
"Kami menghormati Presiden sebagai kepala negara. Namun, kritik yang disampaikan masyarakat merupakan bagian dari kehidupan demokrasi dan harus dipandang sebagai masukan untuk perbaikan penyelenggaraan pemerintahan," demikian pernyata'an Omar Ketum DPP LSM Komando CAR dalam rilis tersebut.
Hingga berita ini ditulis, belum terdapat tanggapan resmi dari pihak Istana Kepresidenan maupun pemerintah terkait pernyata'an sikap yang disampaikan LSM Komando CAR tersebut. Apabila terdapat klarifikasi atau respons resmi, media ini akan memperbarui pemberita'an sebagai bagian dari prinsip keberimbangan dan akurasi informasi.***
Pewarta : Abdul Aziz
Editor : Dewi Sari