Polri, Komdigi Dan UPH Bersinergi Tingkatkan Literasi Digital Mahasiswa, Perangi Judi Online
TANGERANG || RBN.CO.ID – Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) terus memperkuat langkah pencegahan kejahatan digital melalui pendekatan edukatif. Salah satunya diwujudkan lewat program Polri Goes to Campus yang digelar di Universitas Pelita Harapan (UPH), Tangerang, Kamis (16/7), dengan mengangkat tema "Kampus Sehat, Mahasiswa Hebat: Cegah Judi Online Bersama Polri, Komdigi dan Akademisi."
Kegiatan tersebut mempertemukan unsur Polri, Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi), akademisi, serta mahasiswa dalam forum edukasi mengenai bahaya judi online, pinjaman online ilegal, keamanan digital, hingga dampak psikologis yang ditimbulkan oleh kejahatan siber.
Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karopenmas) Divisi Humas Polri Brigjen Pol. Trunoyudo Wisnu Andiko, S.I.K., M.I.Kom., menegaskan bahwa mahasiswa merupakan kelompok yang sangat aktif di ruang digital sehingga perlu dibekali kemampuan untuk mengenali berbagai ancaman di internet.
Menurutnya, Polri tidak hanya fokus pada penindakan terhadap pelaku perjudian online maupun jaringan pinjaman online ilegal, tetapi juga memperkuat upaya preventif melalui peningkatan literasi digital dan literasi keuangan.
"Mahasiswa diharapkan memiliki kemampuan memahami risiko kejahatan digital sehingga tidak mudah terjebak, baik sebagai korban maupun pelaku," ujar Trunoyudo.
Ia menjelaskan, program Polri Goes to Campus menjadi ruang kolaborasi antara aparat penegak hukum, pemerintah, dan perguruan tinggi dalam membangun budaya digital yang sehat melalui dialog terbuka serta penyampaian informasi yang komprehensif mengenai berbagai modus kejahatan digital.
Lebih lanjut, Trunoyudo berharap mahasiswa dapat menjadi agen perubahan yang menyebarkan pemahaman tentang penggunaan teknologi secara bijak, sekaligus mendukung terwujudnya sumber daya manusia unggul menuju Indonesia Emas 2045.
Rektor Universitas Pelita Harapan, Dr. (Hon.C.) Jonathan Limbong Parapak, M.Eng.Sc., menyampaikan apresiasi atas sinergi yang telah terjalin antara UPH dan Divisi Humas Polri sejak tahun 2024. Menurutnya, kerja sama tersebut memberikan kontribusi positif dalam membangun karakter mahasiswa yang berintegritas dan memiliki ketahanan menghadapi tantangan era digital.
Jonathan menegaskan, pihak kampus menerapkan kebijakan zero tolerance terhadap berbagai bentuk pelanggaran hukum, termasuk perjudian online, penyalahgunaan narkoba, maupun tindakan lain yang berpotensi merusak masa depan mahasiswa.
Ia juga menilai upaya pencegahan judi online memerlukan keterlibatan seluruh elemen, mulai dari perguruan tinggi, aparat penegak hukum, pemerintah, keluarga, hingga masyarakat.
Dalam sesi pemaparan materi, Direktur Jenderal Pengawasan Ruang Digital Komdigi Irjen Pol. Dr. Alexander Sabar, S.I.K., M.H., menjelaskan berbagai strategi pemerintah dalam menekan praktik judi online. Langkah tersebut mencakup patroli siber, pemanfaatan teknologi kecerdasan buatan (AI), serta pemblokiran konten maupun rekening yang terindikasi terkait aktivitas perjudian.
Sementara itu, AKBP Reza Fahlevi, S.H., S.I.K., M.Si. dari Bareskrim Polri menguraikan hubungan erat antara praktik judi online dengan pinjaman online ilegal yang sering kali menyeret korban ke dalam lingkaran utang berkepanjangan.
Dari sisi psikologi, Dr. Yusak Novanto, S.Psi., M.Psi., Psikolog dari Fakultas Psikologi UPH memaparkan dampak kecanduan judi online terhadap kesehatan mental, kondisi emosional, hingga penurunan prestasi akademik mahasiswa.
Melalui penyelenggaraan Polri Goes to Campus, diharapkan kolaborasi antara Polri, Komdigi, dan institusi pendidikan tinggi semakin memperkuat literasi digital, meningkatkan kesadaran hukum, serta membangun ketahanan generasi muda dalam menghadapi berbagai ancaman kejahatan digital, khususnya judi online dan pinjaman online ilegal.
Sophia T
Editor :Dewi Sari