PROF DR SUTAN NASOMAL MENILAI DUNIA HADAPI TANTANGAN GEOPOLITIK, INDONESIA DIMINTA PERKUAT KESIAPSIAGAAN NASIONAL

PROF DR SUTAN NASOMAL MENILAI DUNIA HADAPI TANTANGAN GEOPOLITIK, INDONESIA DIMINTA PERKUAT KESIAPSIAGAAN NASIONAL

Jakarta ||Rbn.co.id- Meningkatnya ketegangan geopolitik global belakangan ini kembali memunculkan kekhawatiran sejumlah kalangan terhadap potensi konflik berskala besar di dunia internasional. Menanggapi situasi tersebut, Pakar Hukum Internasional dan Ekonom, Prof. Dr. Sutan Nasomal, SE, SH, MH, menyampaikan pandangannya terkait dinamika global dan implikasinya terhadap Indonesia (19/01/26).


Dalam keterangannya kepada sejumlah pimpinan redaksi media cetak dan daring di Jakarta, Minggu (18/1/2026), Prof. Sutan menilai bahwa persaingan kekuatan besar dunia saat ini menunjukkan eskalasi yang perlu dicermati secara serius oleh semua negara, termasuk Indonesia.


“Kita melihat adanya konsolidasi kekuatan global yang mengarah pada pembentukan dua blok besar. Situasi ini menuntut kewaspadaan setiap negara untuk menjaga kedaulatan dan stabilitas nasionalnya,” ujar Prof. Sutan.


Ia menjelaskan bahwa perlombaan teknologi militer, pembangunan pangkalan strategis, serta meningkatnya penggunaan teknologi canggih seperti drone, kapal tanpa awak, dan sistem pertahanan modern merupakan konsekuensi dari dinamika pasca-Perang Dunia II yang terus berkembang hingga kini.


Menurut Prof. Sutan, kawasan Indo-Pasifik menjadi salah satu wilayah yang mendapat perhatian besar kekuatan dunia karena posisinya yang strategis dalam jalur perdagangan, energi, dan geopolitik. Hal tersebut, lanjutnya, berpotensi membawa dampak keamanan bagi negara-negara di sekitarnya, termasuk Indonesia.


Namun demikian, Prof. Sutan menekankan bahwa Indonesia tetap memiliki posisi strategis sebagai negara berdaulat yang menganut politik luar negeri bebas dan aktif, sehingga setiap langkah kebijakan harus ditempuh secara hati-hati dan berdasarkan kepentingan nasional.


“Yang terpenting adalah bagaimana Indonesia memperkuat pertahanan, diplomasi, dan ketahanan nasional, tanpa harus terjebak dalam konflik terbuka,” katanya.


Ia juga mengingatkan bahwa peran diplomasi internasional, kerja sama regional ASEAN, serta penguatan ekonomi dan ketahanan pangan nasional menjadi faktor penting dalam menghadapi ketidakpastian global.


Sementara itu, pemerintah Indonesia selama ini konsisten menegaskan komitmennya pada perdamaian dunia, penyelesaian konflik melalui jalur diplomatik, serta menjaga stabilitas kawasan. Kebijakan pertahanan nasional pun diarahkan pada upaya menjaga kedaulatan wilayah dan melindungi seluruh rakyat Indonesia.


Pengamat hubungan internasional lainnya menilai bahwa dinamika global saat ini masih terus berkembang dan belum tentu mengarah pada konflik berskala dunia. Oleh karena itu, masyarakat diimbau untuk menyikapi berbagai informasi dengan bijak serta tidak terprovokasi oleh narasi yang dapat menimbulkan keresahan.


Dengan kondisi global yang dinamis, para ahli sepakat bahwa kesiapsiagaan nasional, persatuan, serta penguatan diplomasi merupakan kunci utama bagi Indonesia dalam menjaga stabilitas dan kepentingan nasional di tengah tantangan dunia internasional.


Pewarta : Dewi Sari


Narasumber: Prof. Dr. Sutan Nasomal, SE, SH, MH Pakar Hukum Internasional & Ekonom Presiden Partai Oposisi Merdeka Pendiri/Pengasuh Ponpes ASS SAQWA PLUS

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Trying to access array offset on value of type null

Filename: portal/visitor_counter.php

Line Number: 13