Festival Budaya Papua Didorong Tampil Di Berbagai Kota Hingga Mancanegara
JKT || RBN.CO.ID – Kekaya'an budaya Papua dinilai memiliki potensi besar untuk diperkenalkan lebih luas, tidak hanya di Jakarta, tetapi juga di berbagai daerah di Indonesia hingga ke luar negeri. Hal tersebut disampaikan dalam sesi diskusi mengenai pengembangan promosi budaya Papua.
Dalam kesempatan itu dijelaskan bahwa setiap wilayah di Papua memiliki kekhasan budaya dan kuliner yang berbeda. Salah satu makanan khas yang paling dikenal adalah sagu, yang menjadi makanan pokok masyarakat di sejumlah wilayah pesisir. Sementara itu, masyarakat di kawasan pegunungan memiliki ragam makanan tradisional yang berbeda sesuai dengan kondisi alam dan budaya setempat.
Penyelenggara berharap kegiatan promosi budaya Papua Selatan yang saat ini digelar di Jakarta dapat menjadi agenda berkelanjutan. Ke depan, kegiatan serupa direncanakan dapat diselenggarakan di berbagai kota seperti Bali dan Surabaya, bahkan diperluas hingga ke luar negeri, termasuk Singapura, melalui kerja sama dengan berbagai pihak.
Promosi tersebut diharapkan menjadi wadah bagi para pelaku seni dan budaya Papua untuk menampilkan beragam karya, mulai dari seni tari, seni ukir, hingga kerajinan tangan khas Papua. Langkah ini sekaligus menjadi upaya memperkenalkan kekaya'an budaya Bumi Cenderawasih kepada masyarakat yang lebih luas.
Berbagai produk budaya yang ditampilkan antara lain noken sebagai tas tradisional khas Papua, cawat sebagai pakaian adat pria, serta busana adat yang dihiasi ornamen khas seperti bulu cenderawasih dan bulu kasuari. Seluruh kekaya'an budaya tersebut menjadi identitas yang mencerminkan keberagaman tradisi masyarakat Papua.
"Melalui kegiatan ini kami ingin memperkenalkan kekaya'an budaya Papua kepada masyarakat yang lebih luas. Harapannya, festival budaya Papua tidak hanya digelar di Jakarta, tetapi juga dapat hadir di berbagai kota seperti Bali, Surabaya, bahkan hingga mancanegara seperti Singapura. Dengan begitu, seni tari, seni ukir, kerajinan noken, serta pakaian adat Papua dapat semakin dikenal dan menjadi kebangga'an bersama." Panitia.
Melalui kegiatan ini diharapkan budaya Papua semakin dikenal, sekaligus membuka peluang bagi pelaku seni, perajin, dan pelaku ekonomi kreatif Papua untuk memperluas jaringan promosi dan pemasaran, baik di tingkat nasional maupun internasional.***
Pewarta : Supriadi Oleng
Editor : Dewi Sari