Kepemimpinan Seorang Bapak Samsul Djamaludin Dinilai Tegas Dalam Melindungi Anggota QAGC, : “Pemimpin Sejati Bukan Yang Berlindung Di Balik Sistem, Melainkan Yang Berani Berdiri Di Depan Ketika Anggotanya Terancam,”

Kepemimpinan Seorang Bapak Samsul Djamaludin Dinilai Tegas dalam Melindungi Anggota QAGC, : “Pemimpin sejati bukan yang berlindung di balik sistem, melainkan yang berani berdiri di depan ketika anggotanya terancam,”

Jakarta ||Rbn.co.id-Kepemimpinan dalam sebuah organisasi tidak hanya diukur dari jabatan struktural, tetapi juga dari sikap dan tanggung jawab saat menghadapi tekanan. Hal ini tercermin dalam kepemimpinan seorang Bapak Samsul Djamaludin selaku Quality Assurance, Governance & Compliance (QAGC) Group Head, yang dinilai konsisten berdiri di garis depan ketika anggotanya menghadapi persoalan.

Di tengah dinamika kerja yang sarat risiko, baik secara internal maupun eksternal, Samsul Djamaludin dikenal tidak hanya berperan sebagai pengambil kebijakan, tetapi juga terlibat langsung dalam penyelesaian masalah yang menyangkut anggota QAGC. Pendekatan tersebut mencerminkan kepemimpinan yang menempatkan rasa aman dan keadilan sebagai bagian dari tanggung jawab pimpinan.

“Pemimpin sejati bukan yang berlindung di balik sistem, melainkan yang berani berdiri di depan ketika anggotanya terancam,” demikian prinsip kepemimpinan yang kerap tercermin dalam langkah-langkah yang diambil Samsul Djamaludin.

Lingkup kerja QAGC sendiri memiliki tantangan yang kompleks, terutama dalam hal pengawasan, kepatuhan, dan tata kelola. Tekanan dapat datang dari berbagai arah, sehingga dibutuhkan kepemimpinan yang tegas dan konsisten agar organisasi tetap berjalan sesuai koridor. Dalam beberapa situasi,sosok Bapak Samsul Djamaludin ini disebut hadir langsung untuk memastikan proses berjalan adil dan tidak merugikan anggota.

Langkah-langkah yang diambilnya tidak selalu berada pada posisi aman. Sejumlah keputusan justru berpotensi menimbulkan tekanan terhadap dirinya secara pribadi. Namun demikian, ia tetap memilih untuk bertanggung jawab atas kebijakan yang diambil.

“Keberhasilan seorang pemimpin bukan hanya saat organisasi berjaya, tetapi ketika ia mampu memikul tekanan dan risiko bersama anggotanya,” menjadi pandangan yang tercermin dalam pendekatan kepemimpinannya.

Pendekatan tersebut dinilai berdampak pada meningkatnya kepercayaan internal di lingkungan QAGC. Anggota merasa memiliki ruang kerja yang lebih terukur, sekaligus terdorong untuk menjalankan tugas secara profesional tanpa mengabaikan prinsip integritas dan kepatuhan.

Di tengah iklim kerja yang semakin pragmatis, kepemimpinan yang menempatkan tanggung jawab moral dan perlindungan anggota sebagai bagian dari fungsi pimpinan menjadi catatan tersendiri. Kepemimpinan seorang Bapak Samsul Djamaludin di lingkungan QAGC menunjukkan bahwa stabilitas organisasi dapat dibangun melalui konsistensi sikap, bukan semata kewenangan jabatan.


I'in/Zakaria (Bang Zeck)

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Trying to access array offset on value of type null

Filename: portal/visitor_counter.php

Line Number: 13